Setelah menunggu sekitar 90 menit, akhirnya bel kebebasanku
terdengar juga. Ya, inilah waktu istirahat. Biasanya, di jam ini, Nathan akan
menemuiku dan merengek minta uang padaku, padahal uang jajannya lebih banyak
daripada aku! Ya, itu semua karena pacarnya.. Ariana. Huh, Nathan sangat sayang
dengan perempuan itu. Bahkan semua yang diinginkan Ariana, Nathan sanggup
memenuhinya meskipun tidak makan seharian dan selalu merengek memohon
meminjamkan sedikit uangku padanya.. ahh, aku kembali larut pada kesedihanku.
Nathan....sedang apa kau disana?
“hey anak dukun!”, teriak seseorang mengagetkanku.
Sepertinya aku mulai kenal dengan suara ini. Si Liang! “hey, kenapa kau diam
saja? Tuli ya?”, celotehnya lagi. “aku tidak ada urusan denganmu..aku mau
pergi”, ucapku beranjak dari tempat dudukku. Aku berniat mengajak sahabatku
zayn menuju kantin. Sungguh aku lapar-_-. Kelas ku dan zayn berseberangan. Aku
di kelas A dan dia B. Saat aku hendak keluar pintu, tibatiba wajah yang sangat
kusayangi itu sudah muncul di ambang pintu kelasku.
“hai Lyssa :)”, sapa zayn padaku. “hai Zayn.. ayo kita
pergi. Aku muak disini”, ucapku menarik lengan zayn . ya, biarpun aku dikenal
kasar dengan orang lain, namun Zayn adalah orang yang mampu membuatku selembut
putri raja *haha*.
*************di kantin**********
“tadi itu siapa Lys?” , tanya zayn saat aku tengah asik
memainkan iPod ku. “ehh? Dia? Siapa ya namanya? Kalau tidak salah dengar tadi
dia bilang sih Liang. Entahlah, aku gak peduli”, ucapku santai dan menyeruput
segelas jus dihadapanku. Zayn hanya diam. Namun tiba-tiba sahabat ku yang
tampan itu mulai berbicara. “Lyss, taukah kau?” , tanyanya. “apa?” , jawabku
yang sebenarnya juga pertanyaan-_-. “dia itu bernama Liam”, jawabnya aneh..
“haha Zayn, kau ini lucu atau apa? Atau jangan-jangan kau..” “dia suka kamu
Lyss”, kata-kata zayn yang barusan menghentikanku dan membuatku diam.
“bercandamu berlebihan Zayn.. sdahlah.. aku tak apa. Masalah keluargaku? Kau
tak usah menghiburku sampai seperti ini haha” , ucapku yang sepertinya ngawur
oleh Zayn. “aku serius.. semenjak mendengar kabar tentang keluargamu, dia
panik. Dia sangat perhatian padamu. Bahkan melebihi aku”, ucap Zayn dengan
tatapan kosong kearahku. “bencana macam apa yang tuhan berikan padaku huhuhuu”,
ucapku dengan tampang menangis haha. “bencana?”, tanya Zayn bingung.
“bayangkan, keluarga yang kucintai baru saja meninggalkanku untuk selamanya.
Dan sekarang, aku bilang lelaki sok pintar bernama Liang itu..” “Liam”, koreksi
Zayn. “ya Liam maksudku menyukaiku? Hell.. dunia sudah gila ya?”, ucapku dengan
memegangi perutku. Mulas rasanya membayangkan anak beranama Liam itu huh.. zayn
hanya tertawa mendengarku. “oh iya, kau kenal Liam darimana?”, tanyaku. “aku
mengikuti ekskul musik, dan mr.howard , pelatih kami menggabungkan aku, Liam
yang kau bilang sok pintar itu, Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Niall
Horan”. Jelas Zayn padaku. “wahaha ada-ada saja guru itu. Apa kalian membentuk
band? Keren dong!” ucapku pada zayn. “begitulah. Tapi ini bukan band yang
didalamnya ada pemain drum dll, namun ini boyband”, jelas Zayn lagi. “ooohh”,
jawabku antusias mendengarkan penjelasan Zayn.. ahh zayn, aku salah! Aku tidak
pernah sendirian ! ada kau yang selalu hadir untukku! “oh iya, siapa tadi kau
bilang ? Niall? Niall Horan? Si kakak kelas itu?” , tanyaku penuh semangat.
Ehem, jujur, kalian pasti mengerti. “iya, orang yang kau sukai haha:D”, ucap
zayn penuh tawa. Semakin membahagiakan ku. Dan tibatiba bel tanda masuk lubang
neraka pun berbunyi.
**************************
“hell, kenapa sekarang harus dia yang mengajar?! Haaaahhh”,
keluhku seraya menghamburkan tatanan rambutku. “jangan begitu...rambutmu kusut
nantinya”, ucap seseorang yang pasti kalian juga tau.. si cowok sok pintar
Liam.. dia melangkah kearahku dan merapikan rambutku, namun kuhempas tangannya
itu. “tidak usah! Sok baik, sok pintar! Mau ku tambahi jadi sok apa lagi
haahh??”, teriakku membentak anak itu, namun seketika leherku tercekat saat
kulihat Mrs.Brenda memelototiku yang sedang berposisi hendak menimpuk anak sok
itu. “Mrs.Bernal!! beginikah tingkahmu sepeninggal ayahmu? Ayahmu adalah orang
terhormat! Beliau adalah orang yang sangat berperan dalam sekolah ini. Dan
inikah caramu memperlihatkan sikapmu pada mendiang ayahmu??...”, begitulah dan
masih banyak lagi. Aku benci sekolah ini!! Ayah, mengapa engkau tega
menyekolahkanku di sekolah seperti ini?, ocehku seraya memandangi pelafon
kelasku. Ya, aku tidak memperdulikan Mrs.Brenda! sama sekali tidak. Namun
tiba-tiba kurasakan darah segar mengakir keluar dari hidungku....darah! shit,
aku kenapa?? Kurasakan kepalaku mulai memberat, pandanganku kabur.. kurasakan
tubuhku mulai tumbang, namun sepertinya seseorang menahanku. “Liam..kau..”,
itulah kata terakhirku sebelum akhirnya aku benar-benar pingsan.. ya, aku
pingsan..
*****************
Saat aku terbangun, sudah ada Zayn disebelahku.. “kau tidak
apa Lyss? Ini sudah enam kali sejak kau mimisan dan pingsan sperti ini.. apa
kau tidak ingin memeriksanya ke rumah sakit?”, ucap zayn yang tentu saja
menampakkan wajah khawatirnya. “ah sudahlah, aku tak apa. Cuma mimisan apa
parahnya?”, jawabku santai dan mencoba duduk, zayn membantuku. “ini UKS ya?”,
tanyaku bodoh. Zayn hanya mengangguk. Oh iya, anak itu.. dimana dia? “Liam..
dia dimana? Bodoh sekali dia, kalau dia memang menyukaiku, seharusnya dia
menungguiku disini kan? Hahaha berarti dia hanya bohong belaka!”, celotehku
nyaring membuat seseorang terbatuk karenanya. Hey,suara itu? “aku disini
daritadi”, ucap seseorang yang rupanya duduk diseberang tempat tidurku
sekarang. Anak ituuuu.. menjengkelkan. “kau mengharapkan aku disini ya?”, ucap
Liam dengan percaya dirinya. “hueekk, mau muntah.. pergi sana! Hus hussh”,
ucapku dengan mengepak-epakkan tangan mengusirnya. Namun seketika pandanganku
mulai berkunang-kunang. Kupegangi kepalaku..
dan mengeram kesakitan. Seketika zayn dan liam panik mengahampiriku.
“kau tidak apa Lyss??”, tanya mereka serempak. “aku tak apa Zayn”, ucapku
memegang lengan zayn. Dan liam, sepertinya dia merasa terpukul dengan jawabanku
barusan ‘aku tak apa Zayn’ , jelas aku lebih menganggap zayn daripada dia. Dan
seketika itu juga liam meninggalkan aku berdua dengan zayn. Syukurlah makhluk
itu pergi. Sepulang sekolah aku diantar oleh Zayn. Kali ini aku tidak
menolaknya tentu saja. Aku merasa benar-benar lemah. Dan aku membutuhkannya
untuk membantuku kalau-kalau tubuhku ini akan ambruk seperti tadi. Entahlah
penyakit apa yang sedang kualami. Tapi rasanya menyiksaku sekali belakangan
ini. Saat hendak tiba di rumahku, tiba-tiba.................